Pemdes Saba Gandeng BNNK Gianyar Perkenalkan Narkoba Jenis Baru kepada Masyarakat

SABA – Pemerintah Desa Saba bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar (BNNK) mengadakan sosialisasi terkait peredaran narkoba jenis baru di masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Balai Banjar Desa Adat Pinda pada Minggu (21/9/2025), yang dihadiri oleh warga setempat.

Kristiyanto, Penyuluh dari BNNK Gianyar, menjelaskan bahwa narkoba jenis baru yang kini beredar di kalangan masyarakat adalah sabu dalam bentuk cairan, yang dikenal dengan nama Bluesafir.

Menurut Kristiyanto, penggunaan Bluesafir ini sangat berbahaya karena dapat disalahgunakan dengan sangat mudah, terutama oleh generasi muda yang sering menggunakan vape. Berbeda dengan sabu yang harus menggunakan bong, Bluesafir bisa digunakan dengan cara yang hampir sama seperti vape, yang dapat dibawa ke mana saja dan tidak mudah terdeteksi.

“Penggunaan Bluesafir sangat praktis. Hanya dengan vape, orang bisa mengonsumsinya di mana saja, tanpa perlu peralatan rumit seperti bong yang mudah terdeteksi,” ungkap Kristiyanto.

Cara Membedakan Vape yang Mengandung Narkoba

Kristiyanto juga memberikan informasi penting bagi masyarakat untuk membedakan apakah cairan vape yang digunakan mengandung narkoba atau tidak. Salah satu ciri khas dari Bluesafir adalah warnanya yang biru. Jika cairan tersebut diteteskan pada kaca, dalam waktu 5-10 menit akan terlihat kristalisasi, sebuah tanda bahwa cairan tersebut mengandung zat narkoba.

Berbeda dengan vape biasa, cairan vape yang tidak mengandung narkoba umumnya bening dan tidak akan mengubah bentuknya saat diteteskan di atas kaca.

Waspadai Dampak Buruk Narkoba

Penyuluh BNNK Gianyar ini juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dan keluarga, terutama mereka yang menggunakan vape. Ketergantungan terhadap narkoba bisa membawa dampak yang sangat buruk, baik bagi individu maupun lingkungan sosialnya.

“Pengawasan yang ketat terhadap keluarga, terutama anak-anak, sangat penting. Narkoba, meski dalam bentuk cairan atau yang beredar dengan nama lain seperti masrom dan kecubung, dapat berbahaya dan merusak kehidupan seseorang,” tambah Kristiyanto.

Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Pemdes Saba berharap agar dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat lebih peka dan sadar akan bahaya narkoba yang semakin berkembang. Pemerintah desa mengajak semua elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Sosialisasi seperti ini diharapkan dapat memberi dampak positif, meningkatkan kesadaran warga, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dari pengaruh negatif narkoba.

(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *