GIANYAR – Pemerintah Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, memperkuat upaya pencegahan stunting dengan memberikan intervensi kepada balita yang mengalami berat badan kurang. Intervensi dilakukan melalui pemberian susu dan vitamin sesuai rekomendasi dokter spesialis anak.
Perbekel Saba, Ketut Redhana, SP, mengatakan program tersebut dilakukan bekerja sama dengan dokter spesialis anak dari RS Ari Canti. Bantuan yang diberikan kepada balita disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi medis.
“Bantuan yang kami berikan merupakan rekomendasi dari dokter spesialis anak. Jadi, bukan sekadar memberikan susu dan vitamin, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing balita,” ujar Redhana, Senin (7/9/2026), usai menyerahkan paket intervensi.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan dan pemeriksaan, saat ini tidak terdapat balita di Desa Saba yang secara spesifik masuk kategori stunting sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Meski demikian, terdapat beberapa bayi dan balita yang memiliki berat badan kurang sehingga tetap membutuhkan perhatian dan intervensi sejak dini.
Menurut Redhana, proses identifikasi dilakukan melalui skrining awal oleh kader serta pendamping Posyandu Desa Saba. Hasil skrining tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan balita yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Memang tidak ada yang stunting sesuai syarat atau kriteria yang ditentukan. Tetapi ada beberapa bayi yang berat badannya kurang. Ini yang kami intervensi agar kondisinya tidak berkembang menjadi stunting,” jelasnya.
Pemdes Saba berharap intervensi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Upaya pencegahan dilakukan sedini mungkin agar persoalan gizi tidak berlanjut dan memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Harapannya dengan bantuan susu dan vitamin ini, tumbuh kembang balita bisa semakin baik sehingga mereka dapat menjadi generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Redhana. (*)





