Musyawarah Desa Saba: Serap Aspirasi Warga dalam Penyusunan RKP Desa Tahun 2027

SABA — Pemerintah Desa Saba bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sukses menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka Perencanaan Desa untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di SD Negeri 2 Saba.

Musyawarah ini merupakan bentuk perwujudan demokrasi desa guna memusyawarahkan hal-hal strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat. Dari total 60 undangan yang disebar kepada berbagai unsur kelembagaan desa, sebanyak 47 orang hadir secara aktif memberikan sumbangsih pemikiran.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Ketua beserta anggota BPD Desa Saba, Ketua TP. PKK, Ketua LPM, Bendesa Adat se-Desa Saba, Pekaseh se-Desa Saba, Perangkat Desa beserta Staf, Direktur BUMDes, Ketua KP-Spam Toya Saba, Kader Kesehatan, Ketua Karang Taruna, hingga perwakilan Yowana/Sekaa Teruna se-Desa Saba.

Dinamika Jalannya Musyawarah

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa. Memasuki agenda utama, Bapak Perbekel Desa Saba memberikan sambutan sekaligus memaparkan arah kebijakan pembangunan desa. Setelah itu, Ketua BPD Desa Saba mengambil alih kendali selaku pemandu jalannya musyawarah perencanaan.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga pembacaan Surat Keputusan (SK) Tim Penyusun dan Tim Verifikasi RKP Desa Tahun 2027, serta penyampaian Pandangan Resmi BPD oleh anggota BPD Desa Saba sebagai representasi suara masyarakat.

7 Poin Aspirasi Strategis Warga untuk Tahun 2027

Pada sesi diskusi dan penyerapan aspirasi, para peserta rapat menyampaikan berbagai usulan prioritas yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari lingkungan, infrastruktur, pertanian, hingga pendidikan:

  1. Pengelolaan Lingkungan (Sampah): Warga mengusulkan pembuatan rumah kompos untuk mengoptimalkan penanganan sampah anorganik di desa.

  2. Pelestarian Adat dan Budaya: Kegiatan Bulan Bahasa Bali disepakati agar tetap konsisten dilaksanakan, dengan teknis pelaksanaan bergilir/dipusatkan pada satu desa dinas dari 5 desa adat yang ada.

  3. Infrastruktur Jalan: Pengajuan perbaikan akses jalan menuju Setra Banjar Banda agar segera ditindaklanjuti, baik melalui penganggaran program desa maupun pengajuan ke tingkat kabupaten.

  4. Dukungan Pertanian: Pekaseh Desa Saba mengusulkan pengadaan alat pemotong padi (dores) guna memudahkan pengolahan hasil panen para petani.

  5. Ketahanan Pangan: Program pemeliharaan dan pembangunan jaringan irigasi pertanian disepakati untuk tetap dilanjutkan.

  6. Pemberdayaan Perempuan: Kegiatan peningkatan kapasitas bagi kader PKK tetap dianggarkan dan dilaksanakan demi kemajuan kualitas keluarga.

  7. Pendidikan & Sosial: Dialokasikannya bantuan khusus bagi siswa miskin serta beasiswa/penghargaan bagi siswa berprestasi di Desa Saba.

Kesimpulan dan Penutupan

Rapat resmi ditutup pada pukul 13.00 WITA dengan kesepakatan bahwa seluruh poin aspirasi di atas akan menjadi acuan penting dalam penyusunan Rancangan RKP Desa Saba Tahun Anggaran 2026 serta penyusunan DU-RKP Tahun 2027.

Kerja sama yang sinergis antara Pemerintah Desa, BPD, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu merealisasikan pembangunan Desa Saba yang inklusif, maju, dan menyejahterakan seluruh warga.

(Tim Redaksi Website Desa Saba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *