Pembuatan Monumen Tapal Batas Desa Saba–Desa Pering 2025, Anggaran Perubahan BHP Rp25 Juta Angkat Ikon Tari Legong

Gianyar, 2025 – Pemerintah Desa Saba merealisasikan pembangunan monumen tapal batas antara Desa Saba dan Desa Pering pada tahun 2025. Proyek ini didanai melalui anggaran perubahan BHP sebesar Rp25.000.000,- dan berlokasi di Jalan Padat Karya, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Pembangunan monumen ini tidak hanya bertujuan sebagai penanda administratif batas wilayah, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Desa Saba. Dengan desain yang mengangkat unsur Tari Legong, monumen tapal batas ini diharapkan menjadi ciri khas yang memperkuat karakter budaya desa.

Anggaran dan Lokasi Strategis

Monumen tapal batas dibangun menggunakan dana perubahan BHP sebesar Rp25 juta. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk perencanaan, pembuatan struktur utama, hingga sentuhan artistik pada ornamen monumen.

Lokasi pembangunan berada di Jalan Padat Karya Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Titik ini dipilih karena merupakan jalur penghubung strategis antara Desa Saba dan Desa Pering, sehingga mudah terlihat oleh masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

Legong Jadi Identitas Tapal Batas Desa Saba

Pemilihan Tari Legong sebagai ikon monumen bukan tanpa alasan. Legong merupakan tarian tradisional Bali yang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Desa Saba. Gerakan yang anggun, kostum yang khas, serta nilai sejarah yang kuat menjadikan Legong sebagai simbol budaya yang melekat di desa ini.

Dengan menampilkan ornamen atau patung penari Legong pada monumen tapal batas, Desa Saba ingin menegaskan jati dirinya sebagai desa yang kaya akan seni dan budaya. Selain sebagai penanda wilayah, monumen ini juga berfungsi sebagai media edukasi dan pengingat akan pentingnya melestarikan warisan budaya lokal.

Meningkatkan Estetika dan Kebanggaan Warga

Keberadaan monumen tapal batas ini diharapkan mampu memperindah kawasan perbatasan desa. Tampilan yang artistik dan representatif akan memberikan kesan positif bagi siapa pun yang memasuki wilayah Desa Saba.

Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi wujud komitmen pemerintah desa dalam memanfaatkan anggaran secara tepat sasaran, sekaligus mendorong rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap desanya.

Harapan ke Depan

Dengan selesainya pembangunan monumen tapal batas Desa Saba–Desa Pering pada tahun 2025, diharapkan hubungan antarwilayah semakin harmonis dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya batas administrasi yang jelas.

Monumen ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol persatuan, identitas budaya, dan semangat pelestarian seni Legong sebagai warisan berharga Desa Saba di Kabupaten Gianyar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *