GIANYAR – Kehadiran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Bali di tengah masyarakat kembali membawa angin segar. Dalam kegiatan Reses DPD RI, anggota senator populer, Ni Luh Djelantik, hadir langsung untuk menyapa dan menyerap aspirasi warga di Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi wadah bagi warga Desa Saba untuk menyampaikan berbagai keluhan serta harapan mereka terkait pembangunan daerah, pelestarian budaya, hingga masalah ekonomi kreatif.
Kedekatan Tanpa Sekat di Desa Saba
Sejak tiba di lokasi, Ni Luh Djelantik yang dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas dan berani ini, disambut antusias oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat. Baginya, turun ke desa bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan kewajiban moral untuk memahami kondisi riil di lapangan.
Poin Utama Aspirasi Warga
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut antara lain:
Pengembangan Desa Wisata: Warga berharap adanya dukungan infrastruktur dan promosi yang lebih masif untuk potensi wisata di Desa Saba agar mampu bersaing secara global.
Pemberdayaan UMKM: Permasalahan modal dan akses pasar bagi perajin lokal menjadi keluhan utama yang diharapkan mendapat solusi konkret.
Pelestarian Seni Budaya: Mengingat Desa Saba memiliki akar seni yang kuat, warga meminta dukungan untuk keberlanjutan sanggar-sanggar seni lokal.
Komitmen Kawal Kepentingan Bali
Kegiatan Reses ini merupakan bagian dari upaya DPD RI untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil di Jakarta selaras dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Ni Luh Djelantik menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjadi “penyambung lidah” yang vokal bagi rakyat Bali.
Warga Desa Saba pun mengapresiasi kehadiran sang senator. Mereka berharap kunjungan seperti ini tidak berhenti pada seremonial saja, melainkan berujung pada perubahan nyata bagi kesejahteraan desa.




