Sejarah

Sejarah Desa Saba

Pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan Bali, terdapat sebuah hutan yang penuh rahasia dan cerita menegangkan bernama Hutan Rengked. Hutan ini dulunya dihuni oleh 18 orang yang dipimpin oleh seorang bernama I Rengked. Wilayah Hutan Rengked awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Blahbatuh, namun kemudian dikuasai oleh Kerajaan Sukawati yang dipimpin oleh Raja Dewa Agung Anom Kalang.

kekecewaan mendalam dirasakan oleh Raja Blahbatuh, I Gusti Ngurah Jelantik, karena wilayah kekuasaannya direbut oleh Raja Sukawati. Berkali-kali serangan dilancarkan untuk merebut Hutan Rengked kembali, namun kekuatan pasukan Sukawati membuat setiap upaya selalu berakhir dengan kegagalan. Tak ingin menyerah, Raja Blahbatuh kemudian memerintahkan I Gusti Ngurah Padang dari Bona untuk melancarkan serangan strategis bersama I Rengked, sang penguasa hutan. Pertempuran epik pun terjadi, dan berkat strategi cerdik dan persatuan mereka, Raja Sukawati akhirnya dapat dikalahkan. Hutan Rengked pun kembali ke pangkuan Kerajaan Blahbatuh.

Salah satu warisan penting dari kemenangan ini adalah keris pusaka milik I Dewa Anom Kalang yang kemudian diberi nama Keris Pusaka Rengked, hingga kini tersimpan di Puri Blahbatuh sebagai simbol kemenangan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan ini, Raja Blahbatuh mengganti nama Hutan Rengked menjadi Toh Jiwa, sebuah nama yang penuh makna karena tempat itu direbut dengan taruhan nyawa. Kejayaan Kerajaan Blahbatuh pun dirayakan dengan upacara besar yang dihadiri oleh para raja dari seluruh Bali. Namun, kisah Toh Jiwa tak berhenti di situ. Karena jumlah penduduknya yang sedikit, I Gusti Gede Padang mengambil langkah drastis. Ia mengumpulkan orang-orang yang dihukum mati dari seluruh Bali untuk dijadikan penduduk baru Toh Jiwa.

Tempat ini pun kemudian berkembang menjadi pusat pertemuan orang-orang yang dianggap bersalah, dan diberi nama Pesaban. Seiring waktu, nama itu berubah menjadi Saba, yang kini dikenal sebagai desa seni yang kaya akan budaya. Salah satu warisan seni yang menonjol dari Desa Saba adalah tari Legong Kraton Saba yang anggun, serta seni tabuh Gong Pinda yang telah meraih predikat juara di tingkat provinsi.

Desa Saba kini menjadi saksi bisu dari sejarah kelam dan penuh perjuangan, serta tempat di mana kesenian Bali terus berkembang dan dilestarikan. Dengan kisah penuh misteri dan perjuangan, Desa Saba tidak hanya menjadi simbol kemenangan Kerajaan Blahbatuh, tetapi juga pusat seni yang memukau.