Saba, 25 September 2025 – Dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan layanan sosial, Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Adat Bonbiyu dan Desa Adat Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, pada Kamis (25/9), mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai.
Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan Teba Modern sebagai bagian dari program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta penyerahan bantuan kursi roda kepada dua warga penyandang disabilitas.
Lokasi Kegiatan dan Penerima Bantuan
Kegiatan utama dipusatkan di rumah I Ketut Supardika, Desa Saba, yang menjadi lokasi pengecekan Teba Modern. Pada kesempatan tersebut, dua warga dari Banjar di wilayah Bonbiyu menerima bantuan kursi roda, yakni:
I Nyoman Kembar Riawan, warga Banjar Sema Bonbiyu
I Made Arjana Yasa, warga Banjar Tegalulung Bonbiyu
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dari TP PKK Kabupaten Gianyar terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pejabat yang Hadir dalam Kunjungan
Berbagai unsur pimpinan daerah hadir untuk memberikan atensi dan dukungan terhadap kegiatan ini, antara lain:
Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar (Ibu Bupati Gianyar)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar
Perwakilan Dinas PMD Gianyar
Camat Blahbatuh dan Ketua TP PKK Kecamatan Blahbatuh
Satpol PP Kabupaten Gianyar
Perbekel Desa Saba, Ketut Redhana, SP
Ketua TP PKK Desa Saba
Anggota BPD Desa Banjar Sema
Bhabinkamtibmas Desa Saba, Bripka I Nyoman Mara Arta
Babinsa Pelda I Dewa Gede Agus Sastrawan
Bendesa Adat Bonbiyu dan Kelian Adat Banjar Sema Bonbiyu
Kader Bank Sampah Desa Adat Bonbiyu
Staf dan perangkat Desa Saba
Susunan Kegiatan Kunjungan
Acara berlangsung tertib dengan susunan kegiatan sebagai berikut:
Kunjungan dan pemantauan pengerjaan Teba Modern
Penyerahan bantuan kursi roda kepada warga yang membutuhkan
Pengecekan sampel Teba Modern di rumah Bapak I Ketut Suardita
Komitmen Terhadap Lingkungan dan Kesejahteraan Sosial
Kunjungan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa dalam upaya mewujudkan lingkungan bersih melalui Teba Modern, serta kepedulian terhadap kelompok rentan di masyarakat.
Program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis adat dan memberikan pelayanan sosial yang tepat sasaran.





